Kamis, 05 Mei 2011

KEISTIMEWAAN WANITA

Berikut merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah.

1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh
2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya
3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah
4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga
7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya)
12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun)
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. menatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya
18. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T
19. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut

TRIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH JITU

Karya tulis ilmiah adalah salah satu bentuk kreativitas anak didik. Karya tulis ilmiah ini membawa banyak manfaat salah satunya yaitu memunculkan ide-ide terbaru sebagai solusi suatu permasalahan tertentu, membantu mengembangkan bakat menulis, dll. Biasanya banyak para peserta didik yang memiliki ide kreatif namun sulit untuk memulai penulisan karya tulis ilmiah ini dikarenakan belum tau format penulisannya, Nah bagi temen-temen semua yang memiliki hambatan dalam menulis, maka dapat menyimak format penulisan berikut ini :

TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

BENTUK LAPORAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:
A. Bagian Awal.
Bagian Awal ini terdiri dari:

1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

B. Bagian Tengah.
Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran

C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:

1. Daftar Pustaka
2. Lampiran

Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah dapat dilihat sebagai berikut:

A. BAGIAN AWAL
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah yakni sebagai berikut :

1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.

2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.

4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan karya tulis dengan maksimal 1 halaman.

5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (a.l. Kepala Sekolah, Guru, rekan dll ).

6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

B. BAGIAN TENGAH

1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah

2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

B. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

CONTOH STANDAR TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.

4. Penulisan Daftar Pustaka
- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.

Rabu, 27 April 2011

Mengantongi Banyak Uang Dari "SARANG BURUNG WALET"



Biasanya kita mendengar istilah sarang burung walet ketika kita berada di restorang dengan menu sup sarang burung walet atau juga mendengar sarang burung walet digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Oleh karena itu, budi daya sarang burung walet merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan mengingat masih kurang banyaknya budi daya burung walet. Jika ingin membudidayakan sarang burung walet, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah :

1. Kandang
Kandang burung walet sebaiknya dibuat pada dataran rendah dengan ketinggian 1000 m jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging, dan jauh dari keramaian seperti persawahan, padang ruput, pantai, danau, atau rawa-rawa. Gedung untuk kandang walet harus seperti gua alami, yatu suasananya gelap dengan suhu 24-26 derajat Celsius, dan kelembapan kurang lebih 80-95%. Luas gedung berkisar 10m x 15m sampai 10m x 20m." 2. Penyiapan induk
Burung yang digunakan sebagai induk burung walet adalah burung sriti. Agar burung sriti dan burung walet masuk ke dala gedung maka dilakukan pemutaran kaset rekaman suara walet atau sriti pada sore hari tiap pukul 16.00-18.00 ketika burung kembali ke sarang setelah mencari makan. Ketika musim bertelur burung walet dan sriti tiba, maka telur burug sriti diganti dengan telur burung walet. penggantian telur dilakukan siang hari ketika burung sriti mencari makan di luar sarang. Telur burung walet yang ditetaskan di sarang burung sriti dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak popullasi burung walet.

3. Pemeliharaan burung walet
Anak burug walet yang ditetaskan kemudian dipelihara dengan memberikan makanan berupa telur semut (kroto segar) dengan cara disuapi sebanyak 3 kali sehari. Setelah dewasa, burung walet diberi makanan berupa daun-daunan dan buah-buahan seperti daun dan buah pepaya, daun bayam, dan buah mentimun.

4. Panen sarang burung walet
Untuk memanen sarang burung walet dapat dilakukan dengan cara panen rampasan, panen buang telur, dan panen penetasan. Panen rampasan dilakukan pada saat sarang siap dipakai untuk bertelur. Panen buang telur dilakukan pada saat burung walet sudah membuat sarang dan bertelur 2 butir. Panen penetasan dilakukan pada saat anak-anak walet sudah menetas dan siap terbang.
Panen sarang burung walet dapat dilakukan 4x setahun, 3x setahun, atau 2x setahun. Panen 4x setahun dilakukan dengan cara panen rempasan untuk panen pertama dan panen buang telur untuk yang selanjutnya. Panen 3x setahun dilakukan dengan cara panen tetasan untuk panen pertama dan panen rempasan atau buang telur untuk yang selanjutnya. Panen 2x dilakukan dengan cara panen buang telur. Setelah panen, sarang burung walet dikumpukan, dipilih, dan kemudian dibersihkan.

SARIAWAN "Penyakit Tak Terlihat Tapi Menyakitkan"

Sariawan atau bahasa latinnya Stomatis aphtosa merupakan suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak-bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan aagak cekung. Muculnya sariawan ini disertai dengan rasa sakit yang tinggi, dan seringkali menyerang wanita dari pada pria.. ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya sariawan, seperti luka tergigit, mengkonsumsi makanan panas atau minuman dingin, kekurangan vitai C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut yang kurang dijaga, faktor psikologis, serta kondisi tubuh yang kuang fit. Sariawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan dapat dijadikan adanya kanker rongga mulut. Sariawan ini juga disebabkan oleh alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik dan juga penggunaan gigi palsu baru.
Seringkali kita atau penderita sariawan merasakan rasa sakit yang sangat tinggi, dan bahkan tidak nafsu untuk makan, bicara dan tertawa karena sariawan yang memang tidak nampak dari luar namun jika tersentuh sakitnya luar biasa. Nah dari sini muncul berbagai alternatif yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang satu ini, diantaranya adalah dengan mengkonsumsi obat kimia, namun jika mengkonsumsi obat ini dikhawatirkan terdapat efek samping. Oleh karena itu dibutuhan alternatif yang aman namun mujarab, misalnya air kelapa muda yang masih hijau karena mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh kita. selain itu juga dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi daun sirih. Untuk pengobatan dengan menggunakan daun sirih dapat dilakukan dengan cara:
  1. Ambil 1-2 lembar daun sirih dan dibersihkan
  2. Siapkan air panas dalam gelas untuk merendam daun sirih
  3. Masukkan daun sirih ke dalam gelas dan diamkan beberapa menit (tunggu sampai air terasa hangat atau sudah dingin).
  4. berkumur-kumurlah dengan air rendaman daun sirih tersebut 3-5 kali.
  5. Lakukan minimal 3x sehari

ENERGI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA

Dapat dikatakan kehidupan manusia sekarang ini tidak dapat lepas dari energi listrik dan bahan bakar fosil. Ketergantungan itu ternyata membawa dapak yang buruk bagi kehidupan manusia. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam dalam berbagai kegiatan, misalnya pada pembangkit listrik, transportasi, dan industri akan memicu bertambahnya jumlah emisi GRK di atmosfer. Walaupun sama-sama menghasilkan emisi GRK, namun emisi yang dihasilkan dari penggunaan ketiga jenis bahan bakar fosil tersebut berbeda-beda.
Untuk menghasilkan energi sebesar 1 kWh pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara mengemisikan sekitar 940 gram CO2. Sementara pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi dan gas alam menghasilkan emisi sekitar 798 dan 581 gram CO2. Jadi terbukti bahwa diantara ketiga jenis bahan bakar fosil di atas, batubara menghasilkan emisi CO2 paling tinggi dari pada bahan bakar fosil di atas, batubara menghasilkan emisi CO2 paling tinggi dari pada minyak bumi dan gas alam cair. Apalagi hingga kini Indonesia masih belum menerapkan teknologi pemanfaatan batubara yang ramah lingkungan.
Selain penggunaan pembangkit tenaga listrik bertenaga batubara yang tidak ramah lingkungan, Indonesia juga termasuk sebagai negara pengkonsumsi energi terbesar di Asia, setelah Cina, Jepang, India, dan Korea Selatan. Total konsumsi energi di Indinesia melonjak tinggi sekitar 4 kali selama dua dekade terakhir ini. Tingginya konsumsi energi, disebabkan oleh adanya pemahaman keliru yang menyatakan bahwa Indonesia sangat kaya minyak , gas dan batubara, dimana cadangannya tidak akan pernah habis. Kita seringkali lupa bahwa untuk mendapatkan bahan bakar fosil kita harus menunggu ribuan hingga jutaan tahun. Sementara cadangan bahan bakar fosil yang ada saat ini di Indonesia dan juga dunia sudah mulai menipis. Oleh karena itu mulai sekarang diperlukan pemulihan pemikiran yang benar agar manusia tidak boros dalam memanfaatkan bahan bakar fosil karena bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui dan dengan adanya penghematan tersebut diharapkan anak cucu mereka dapat menikmati dan meneruskan hidupnya kelak.