Minggu, 24 April 2011

ANCAMAN KANKER SERVIKS PADA WANITA

1. Apa itu kanker serviks? kenali dah cegah yuk !

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

2. Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?

kanker-serviks

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?

Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana cara penularan kanker serviks ?

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Henah lo, mangkanya jangan jajan yaa.

5. Yuk kenali apa saja gejala kanker serviks ini?

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

6. Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks ini?

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.

Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?

Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

8. Selain perokok siapa saja yang berisiko terinfeksi?

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

9. Bagaimana cara mendeteksinya?

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).

Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

10. Bagaimana mencegah kanker serviks?

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :

  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

11. Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?

Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.

Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

12. Adakah efek samping dari vaksinasi ini?

Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.

Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

13. Bisakah kanker serviks disembuhkan?

Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.

Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

SARI KEDELAI Vs REUMATIK

biasanya kita memanfaatkan kedelai hanya untuk membuat tahua atau tempe sebagai lauk kita, namun sekarang ini sudah banyak ditemukan pemanfaatan sari kedelai salah satunya adalah dengan membuat minuman dari sari-sari kedelai. nah apa siich sebenarnya manfaat sari kedelai bagitubuhkita???? Menurut dr Samsul Ashar, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kediri, untuk enentukan bentuk terapi dan pengobatan untuk reumatik memang harus didsarkan pada jenis penyakitnya, yaitu dengan memberikan alternatif pencegahan dengan mengonsumsi susu kedelai. Konsumsi susu kedelai ini, menurut ahli rematologi ini, harus diintensifkan ketika menginjak usia 40 tahun. Bahkan, pada wanita harus lebih awal, yakni ketika menginjak usia 35 tahun. “Tingginya angka penyakit rematik itu bisa dicegah dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya estrogen,” kata dokter penyakit dalam ini. Menurutnya, pada rentang usia itu, 35 tahun untuk wanita dan 45 tahun untuk pria, tubuh rentan terkena reumatik. Untuk mengimbangi penuaan tulang rawan sendi itulah, Samsul menganjurkan agar mengonsumsi susu kedelai atau kedelai pada usia tersebut. Konsumsi kedelai yang cukup akan menghasilkan estrogen yang bisa mengimbangi penurunan hormon estrogen pada usia diatas 35 tahun. “Fungsi estrogen diantaranya untuk merawat tulang dan kulit agar tetap dalam kondisi fisiologis yang normal,” lanjutnya. Jika penurunan fungsi hormon estrogen tidak diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung estrogen, penurunan fungsi sendi akan semakin parah. Kerja sel osteoblas dan osteoplas dalam sendi tidak akan seimbang. Tanpa estrogen, sel osteoblas akan loyo. Sedangkan sel osteoplas akan tetap aktif. Hal ini pula yang memperparah osteoartritis pada manula. Bagaimana agar terhindar dari osteoartritis? Samsul mengatakan, ada dua cara untuk mencegahnya. Yaitu, dengan cara mengonsumsi obat konvensional jenis Hormon Reducement Therapy (HRT). Atau dengan cara tradisional yaitu mengonsumsi kedelai atau susu kedelai. Cara lain, lanjut Samsul, bisa dilakukan dengan olah raga. Jenis olah raga yang cocok untuk mencegah osteoartritis adalah olah raga berenang. “Juga jangan takut berjemur sinar matahari di bawah pukul 09.00. Ini bisa membantu penyerapan kalsium dalam tubuh yang bisa membantu fungsi tulang” tegas bapak dua anak ini. Untuk orang yang sudah menderita osteoartritis, Samsul meminta mereka menghindari tekanan tubuh yang berlebihan. Caranya, dengan melakukan penurunan berat badan. Semakin banyak berat badan seseorang, tekanannya semakin tinggi dan memicu osteoartritis. Untuk kegiatan olah raga juga harus dipilih yang ringan. Yaitu, olah raga bersepeda atau jalan kaki kurangi lari dan jogging.

Kamis, 14 April 2011

GANASNYA DIABETES MELISTUS....!!!!!!!

Seringkali kita mendengar salah satu penyakit ini ketika membahas metabolisme karbohidrat maupun metabolisme lemak. penyakit yang dikenal berbahaya, menyebabkan komplikasi dan bahkan belum ditemukan obat untuk penyembuhannya, yaitu "DIABETES MELISTUS". Sebenarnya apa sih DIABETES MELITUS ini???? Apa saja bahaya dan bagaimana cara mengatasinya????
Pembaca yang setia, perlu diketahui bahwa diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis. Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan. Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.
Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.
Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
Namun diabetes melistus ini bukan 100% karena penyakit turunan, tapi juga bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.
Berhubung belum ditemukannya obat penangkal dan penyembuh penyakit ini, makaResiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.

Senin, 21 Februari 2011

Mencoba Berbagi Semangat.....

sebuah sifat sulit untuk dirubah, tapi jangan berkecil hati, pasti dibalik kekurangan kita ada sesuatu yang menjadi kelebihan... jangan pernah berubah menjadi orang lain, apa lagi hanya demi orang yang kita sukai yang belum tentu suka sama kita, suatu saat pasti akan ada orang yang bisa menerimamu dan melihat kecantikan sejatimu... janganlah iri dengan kelebihan dan kenikmatan orang lain, karna kita pasti juga akan merasakannya pada waktu yang sudah ditentukan sesuai porsi kita tidak kurang dan tidak lebih agar kita tidak menjadi orang yang takabur dan kufur nikmat... tetap semangat, tetap pecaya diri menjadi diri sendiri, tetap bersyukur, dan berusaha slalu memberi yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain... tunjukkan senyum kebahagiaanmu pada semua orang yang ada di sekitarmu dan sayang padamu..... salurkan sebuah semangat pada mereka dengan senyum penuh persahabatan....

Sabtu, 12 Februari 2011

SCIENCE'S COMUNITY


Rasanya telah lama tidak menggoreskan coretan pada blogku ini, coretan terakhir ketika aku masih duduk di bangku SMA, dan sekarang aku sudah duduk di bangku kuliah semester 4. Dulu aku selalu membayangkan kalo di bangku kuliah rasanya kita seneng banget, tugas sedikit dan sepertinya lebih banyak waktu luang dari pada jaman aku SMA yang waktu telah aku habiskan untuk pergi sekolah-les-pulang-les lagi, dan sangat menjenuhkan. Namun ternyata setelah aku merasakan duduk di bangku kuliah semua khayalan itu terjawab dan sangat berbeda. tugas tak henti-hentinya mengejarku, siang malam brsama teman" mencoba tetap semangat menjaga kinerja otak demi mewujudkan prestasi yang diamanahkan orang tua dan semua orang yang menaruh harap padaku dan teman"ku. Namun karena kebersamaan dan kerja sama bersama teman" semua itu tidaklah menjadi sesuatu yang berat, malah kita menjadi semangat untuk berjuang bersama.
Tidak selamanya kita kuliah-pulang belajar, namun untuk menambah pengalaman kita juga bergabung dalam sebuah organisasi kecil BEM Pendidikan Sains dimana kita bisa belajar mengembangkan diri, di waktu libur pun kita sering kali mengadakan acara "Mbola
ng Bersama" agar otak kita tidak jenuh setelah menjalani rutinitas yang tidak jarang sangat menguras tennaga dan pikiran. Dengan bermodal motor dan sedikit uang kita siap menjajaki tempat" wisata. Karena semua itu aku merasa pertemananku dengan mereka semakin terasa dekat dan seperti sodara sendiri.... LUV U ALL MY FRIENDS..... :-)